Kumpulan Artikel Islam

Setelah saya menulis Blog/website islam/islami sekarang saya akan meneruskan dengan postingan dengan judul kumpulan artikel islam.

Semoga saja Artikel Kumpulan Artikel Islam ini bermanfaat buat kita semua.

Daftar Kumpulan Artikel Islam adalah sebagai berikut:

  1. hukum membaca dan menulis al-qur’an dengan bahasa ajam saja
  2. SYARAT SYARAT MENUNTUT ILMU
  3. BAGAIMANA HUKUMNYA MEMBACA ALQUR’AN DENGAN BAHASA AJAM SAJA?
  4. pengertian Administrator dan Administrasi
  5. pengertian Fonem, Akulturasi dan Artikulasi
  6. ALQUR’AN & HADITS HARAM DIBACA DAN DITULIS
  7. cara waqaf pada kalimat yang sebelum huruf terakhirnya bersukun
  8. para qari’ yang bagus cara membacanya
  9. pengertian Asimilasi dan Fenomena
  10. waqaf dan ibtida’ 
  11. AL-QUR’AN
  12. AL-ILMU DAN AL-MA’RIFAH
  13. anda blogger muslim
  14. email gratis terbaik
  15. waqaf binnaql
  16. pacaran yang islami
  17. salah kaprah dalam bahasa arab
  18. hukum menyambung rambut
  19. AL HADITS
  20. definisi al-qur’an bagian 2
  21. definisi al-qur’an
  22. apa itu definisi
  23. macam macam hadits
  24. cara membaca alqadru
  25. definisi ahlus sunnah wal jama’ah
  26. download gratis buku karya ulama’ nu disini
  27. partisipasi
  28. hukum menerangkan allah dan agama allah
  29. macam macam hadits
  30. cara membaca alqadru

Agar tetap bisa menikmati artikel yang disediakan disini,silahkan anda klik kanan saja untuk membaca artikel artikel diatas.

anda juga bisa melihat artikel islam lainnya dengan mengunjungi Blog/website islam/islami

Mohon maaf apabila ada kesalahan atau kekurangannya,terima kasih sudah berkunjung.

Blog/website islam/islami

Masa Sekarang adalah masa yang sangat merepotkan,apalagi mengenai agama.

Bahkan untuk mengkaji agama melalui internet saja sangat sulit,apabila kita tidak berhati hati malah bisa bisa kita terjerumus kepada jalan yang sesat,untuk mengantisipasi hal ini saya akan berbagi informasi kepada anda mengenai kumpulan blog islami yang bisa anda jadikan referensi untuk mengkaji agama islam.

Berikut Ini adalah daftar blog islami yang bisa anda kunjungi:

1. sumber Ilmu

2. Situs Blogger Muslim

3. Pendidikan islamiyah

4. Ilmu dan pendapat

5. NU

6. Mengkaji Alqur’an

7. mughits

untuk sementara ini saja yang bisa saya sharing kepada sobat,semoga saja informasi ini bermanfaat.

HUKUM MEMBACA DAN MENULIS ALQUR’AN DENGAN BAHASA SELAIN BAHASA ARAB (AJAM)

Bagaimana Hukumnya Membaca alqur’an  atau menulis alqur’an dengan bahasa selain bahasa arab (ajam)

Sedangkan hal itu banyak dilakukan oleh admin website atau blog,bahkan para pelaku penulis alqur’an dan alhadits adalah admin situs islami dan majalah majalah islami.

Keharaman Penulisan alqur’an dan pembacaan alqur’an dengan bahasa selain bahasa arab (ajam) lebih jelas dan lebih kuat dari pada keharaman menulis dan membaca alhadits dengan bahasa selain bahasa arab (ajam).

Alqur’an adalah Firman allah yang diturunkan kepada nabi muhammad dengan bahasa arab,dengan bahasa arab adalah na’at/sifat dari alqur’an,yang mana namanya sifat tidak bisa dipisah dengan yang mempunyai sifat,seperti zaidun yang pemurah,zaidun dan sifat pemurah tidak bisa dipisah,karna pemurah adalah sifat dari zaidun,kalau pemurah itu dihilangkan dari zaidun berarti itu bukan zaidun atau zaidun yang lain.

kalau alqur’an ditulis dengan bahasa ajam,berarti ia bukanlah alqur’an.

Selain itu ternyata banyak sekali dampak buruknya apabila menulis alqur’an dengan bahasa latin/bahasa ajam,yang paling sering terjadi adalah adanya penafsiran/pemahaman alqur’an hanya dengan pemahaman terjemahannya saja,atau kesalahan maksud dari penulisannya.

kesalahan kesalahan seperti itu juga sering dilakukan oleh para kaum non muslim,lalu mereka menyatakan islam itu begitu dan begitu,padahal ia memahami alqur’an atau hadits hanya dari lafadhnya saja.

hal yang demikian banyak terjadi dan biasa terjadi dikarenakan penulisan alqur’an dan hadits yang menggunakan bahasa selain bahasa arab (ajam).

Menurut Ustadz Mughits Pengelola Blog Sumber Ilmu menyatakan seperti dibawah ini:

Assalamu’alaikum.wr.wb.
Pertanyaan ini sering dilontarkan kepada saya,sudah tiga kali saya mendapat pertanyaan seperti ini lewat email saya,dan sudah 6x kali ditanyakan langsung kepada saya.
Sampai sekarang saya masih belum menemukan jawaban yang membolehkan membaca alqur’an atau menulis alqur’an dengan bahasa ajam saja,kalau sekaligus,arab dan ajamnya sama sama ditulis tidak apa apa,seperti tulisan di JUZ ‘AMMA,atau di AL QUR’AN terjemah.
Namun ada juga yang tetap mengatakan tidak boleh,karna dikawatirkan,salah dalam penulisannya.
Dasar pengambilannya: saya ambil dari kitab ATTAYSIR halaman 3.
وتحرم قراءته بالعجية وترجمته .بل ينتقل الى البدل. وكذا قراءته بالمعنى فقط.
Haram membaca AL-QUR’AN  dengan bahasa ajam(selain bahasa arab) dan menerjemahkannya,akan tetapi dipindahkan dengan ada badal (ganti).dan haram juga membacanya dengan ma’nanya saja (tanpa bahasa arabnya).
Menurut keterangan KH.MISHBAH jember juga sama,bahkan menulis AL-QUR’AN dengan arab dan di tambah dengan ajam masih dimakruhkan,karna di kawatirkan kesalahan dalam menulisnya,atau kesalahan dalam membacanya.di karenakan dalam bahasa Indonesia khususnya masih tidak jelas cara menulis huruf arab,contohnya. ذ  biasanya di tulis “dz” tapi ada juga yang menulis “dh”.
“dh” biasanya buat menulis huruf arab ظ  bukan ذ . dan mungkin masih banyak yang lainnya.
Mungkin saya rasa ini sudah cukup jelas,semoga ini bermanfaat buat kita semua amin.
Wassalamu’alaikum wr.wb.
Semoga Artikel HUKUM MEMBACA DAN MENULIS ALQUR’AN DENGAN BAHASA SELAIN BAHASA ARAB (AJAM) ini bermanfaat,terima kasih sudah berkunjung.

HUKUM NIKAH MUT’AH ATAU KAWIN KONTRAK

HUKUM NIKAH MUT’AH ATAU KAWIN KONTRAK

NIKAH MUT’AH (KAWIN KONTRAK) Bagaimana hukumnya?
soal:
Ada kecendrungan dari sebagian kalangan untuk mencari solusi menyalurkan nafsu sekseualnya dengan cara nikah mut’ah.
Pernikahan ini Dilakukan karena dianggap sebagai salah salah satu model pernikahan yang disahkan dalam agama islam.
bagaimana sesungguhnya?
Jawab:
Allah SWT menciptakan manusia dilengkapi nafsu seksual.
Dengan adanya dorongan seksual tersebut kemudian manusia bisa memiliki keturunan untuk melangsungkan generasi manusia.
Itu adalah fitrah yang dimiliki manusia,bahkan oleh seluruh makhluk hidup.
Namun dorongan nafsu seksual itu tidak boleh disalurkan sebebas bebasnya,karena akan banyak bahaya yang akan mengiringinya.
Timbulnya berbagai macam penyakit kelamin,bahkan salah satu penyebab HIV karena penyaluran nafsu seksual yang tidak terkontrol.
Juga akan merugikan perempuan karena memang perempuanlah yang banyak menanggung akibatnya,terutama ketika terjadi kehamilan.
Akibat selanjutnya adalah kaburnya atau bahkan hilangnya jalur nasab seseorang,padahal hal tersebut merupakan sesuatu yang sangat penting dalam kehidupan manusia.
Setiap orang pasti menginginkan adanya kejelasan status dalam masyarakat.
siapa bapaknya,ibunya,saaudaranya,kakeknya,nenek dan seterusnya.
Begitu pula nafsu seksual tersebut tidak boleh dikekang atau dibunuh.
Itu sangat bertentangan dengan fitrah manusia yang hidup berpasang pasangan,dengan nafsu seksual sebagai salah satu hiasaannya.
Dan juga dapat menyebabkan hilangnya keturunan manusia.
Sebagai jalan tengah maka Islam membuat aturan pernikahan.
Dengan menikah seseoarang bisa menyalurkan kebutuhan seksualnya secara bersih,benar dan bertanggung jawab.
Pernikahan meniscayakan adanya hak dan kewajiban.
Begitu pula anak yang dilahirkan memiliki status yang jelas dan mendapat kasih sayang yang penuh dari kedua orang tuanya.
Di dalam islam,tujuan pernikahan bukan hanya untuk menyalurkan nafsu seksual semata,lebih dari itu yakni untuk membentuk keluarga sakinah mawaddah wa rahmah,sehingga ketenangan akan terwujud.Firman allah SWT:

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir. (QS.Al-Rum,21)

Keluarga yang sakinah mawaddah wa rahmah akan terwujud apabila suami dan istri tetap bersatu dalam suatu perkawinan tidak terpisahkan oleh ruang dan waktu dan juga tidak dihancurkan oleh badai perceraian.
Begitu pula harus ada kerja sama dan saling pengertian dari kedua belah pihak untuk saling mengisi dan berbagi.
Dari sinilah kita bisa melihat nikah mut’ah yang diistilahkan oleh AL-KHUMAINI dengan nikah al-munqathi’ (terputus):
النكاح المنقطع يقال له المتعة ايضا كالدائم في انه يحتاج الى عقد مشتمل على ايحاب وقبول لفظين الى ان قال لا يثبت بهذا العقد توارث بين الزوجين وتثبت العدة
Nikah munqati’ (terputus) disebut juga nikah mut’ah,hukumnya sama seperti nikah da’im (seterusnya tanpa batas waktu) yang membutuhkan akad ijab dan qabul yang diucapkan (zubdah al-ahkan,126)
Sudah tentu di dalamnya tidak terdapat tanggung jawab kerena setelah samapai masa waktunya,pernikahan akan berakhir tanpa ada konsekuensi apapun bagi laki laki,sementara perempuan harus menjalani iddah.
Tujuan pernikahan untuk membentuk rumah tangga sakinah mawaddah wa rahmah tidak akan terpenuhi,dan justru menyengsarakan kaum perempuan dan anak yang lahir dari hasil pernikahan tersebut.
Dengan alasan inilah sangat wajar jika islam melalui sabda nabi Muhammad SAW melarang nikah mut’ah dalam agama islam.
Dalam sebuah Hadits:
عن الحسن بن محمد بن على واخيه عبد الله بن محمد عن ابيهما ان عليا رضي الله عنه قال لابن عباس ان النبي صلى الله عليه وسلم نهى عن المتعة وعن لحوم الحمر الاهلية زمن خيبر
“Dari Hasan bin Muhammad bin Ali RA dan saudaranya Abdullah bin Muhammad dari ayahnya,Sesungguhnya Ali bin Abi Thalib RA berkata kepada ibn Abbas Bahwa RASULULLAH SAW melarangnikah mut’ah pada peperangan dan memakan daging keledai jinak pada peperangan khaibar” (shahih al-Bukhari,3894)
Inilah hadits yang dijadikan dasar oleh ulama’ untuk melarang nikah mut’ah.
Dari sini pula dapat kita ketahui bahwa pelarangan nikah mut’ah itu bukan hanya dari hadits yang disampaikan sayyidina Umar RA saja,tetapi juga Hadits yang disampaikan sayyidina Ali RA.
Memang pada awal Islam,Nabi Muhammad SAW pernah membolehkan nikah mut’ah,namun kemudian kebolehan itu dinasakh hingga tetaplah keharaman itu sampai sekarang.
Imam nawawi menjelaskan:
قال المازري ثبت ان نكاح المتعة كان جائزا اول الاسلام ثم ثبت بالاحاديث لبصحيحة المذكورة هنا انه نسخ وانعقد الاجماع على تحريمه ولم يخالف فيه الاطائفة من المبتدعة وتعلقوا بالاحاديث الواردة في ذالك وقد ذكرنا انه منسوخة فلا دلالة لهم فيها وتعلقوا بقوله تعالى فما استمتعتم به منهن فاتوهن اجورهن وفي قراءة ابن مسعود فما استمتعتم به منهن فاتوهن الى اجل و قراءة ابن مسعود هذا شاذة لايحتج بها قرانا ولا خبرا ولا يلزم العمل بها
“Al Mazari mengatakan bahwa,pada awal islam nikah mut’ah memang diperbolehkan,Namun kemudian perkenan itu dihapus dengan beberapa Hadits Shahih.
Dan ulama’ telah ijma’ atas keharamannya.
Dan kami telah menjelaskan bahwa kebolehan itu telah dinasakh sehingga tidak ada alasan lagi untuk membolehkannya.
Orang yang membolehkan itu menghubungkan pendapatnya dengan firman allah SWT”maka istri istri yang telah kamu nikmati(campuri) di antara mereka,berikanlah kepada mereka maharnya”(annisa’24)
Dan dalam qiroah Ibn Mas’ud “maka istri istri yang telah kamu nikmati (campuri) di antara mereka sampai waktu tertentu” Namun Qiroah Ibnu Mas’ud ini termasuk syadz,tidak bisa dijadikan pedoman,(yang menyamai) kedudukan Al Qur’an atau hadits serta tidak boleh diamalkan.
Kesepakatan Keharaman Nikah Mut’ah ini ternyata tidak hanya bersumber dari kalangan sunni saja,sebagaimana diklaim oleh sebagian orang.
Siapa saja yang mau menelusuri ajaran ahlul bait sejati,akan menemukan kesimpulan yang sama,bahwa nikah mut’ah itu memang haram.
Justru dari sumber literatur syi’ah kita dapat membuktikan hal tersebut.
عن زيد بن على عن ابائه عن على عليه السلام قال حرم رسول الله صلى الله عليه وسلم يوم خيبر لحوم الحمر الاهلية ونكاح المتعة
(التذهيب للطوسي)
“Dari Zaid bin Ali dari ayahnya,dari Ali bin Abi Thalin RA,ia berkata,”rasulullah saw telah mengharamkan pada hari peperangan khaibar daging keledai peliharaan dan nikah mut’ah.”(AL-TADZHIB,JUZ 2 HAL 186)
Bahkan Imam Ja’far Ash Shadiq,salah satu seorang tokoh dari kalangan ahlul bait dengan tegas menyatakan bahwa nikah mut’ah tidak ada bedanya dengan zina.
ada banyak sumber yang akurat menjelaskan hal ini,diantaranya adalah:
قال القسطلاني: وقد وقع الاجماع على تحريمها الاالروافض وقد نقل البيهقي عن جعفر بن محمد انه سئل عن المتعة فقال هي الزنا بعينه
(نكاح المتعة في الاسلام حرام)
“Al Qasthallani mengatakan “sesungguhnya telah ada ijma’ tentang keharaman nikah mut’ah kecuali golongan Rafidhah (syi’ah).
dan imam Baihaqi mengutip dari ja’far ash shadiq bahwa ia ditanya tentang nikah mut’ah,maka imam ja’far menjawab bahwa hakikatnya itu adalah perbuatan zina (Nikah Al mut’ah fil Islam Haram 23)
didalam kitab Biharul anwar juz 100 hal 318,Di sebutkan “Dari Abdullah bin sinan ia berkata “saya bertanya kepada abu abdillah AS (Ja’far Ash Shadiq) tentang mut’ah.
beliau menjawab,”janganlah engkau kotori dirimu dengan nikah mut’ah itu.”
didalam kitab AL-FURU’ MINAL KAFI JUZ 2 SHAHIFAH 48 WASA’IL SYI’AH JUZ 14 HAL 450,di sebutkan dari ammar ia berkata,abu abdillah AS berkata kepadaku dan sulaiman bin khalid “sesungguhnya aku haramkan nikah mut’ah kepada kamu berdua”.
Di Dalam Kitab Biharul Anwar Juz 100 hal 229 di sebutkan.
Dari Hasyim bin hakam dari abu abdillah AS (Ja’far ash shadiq),ia berkata,”tidak akan melakukan pernikahan mut’ah dari golongan kita kecuali orang orang kotor.
dan dalam sebuah riwayat,”ini adalah perbuatan zina dan tidak akan melakukannya kecuali orang yang kotor”.
Dapat di simpulkan bahwa berdasarkan hadits yang disampaikan oleh sayyidina Ali RA dan didukung pula oleh pendapat ahlul bait yang lain,nikah mut’ah hukumnya haram,sama dengan zina karena sangat jauh dari tujuan pernikahan untuk membentuk keluarga sakinah mawaddah war rohmah.